Cloud Storage

    Balik lagi sama gw, kali ini kita akan membahas cloud storage atau bahasa indonesianya adalah penyimpanan awan, aneh juga ya nyimpen di awan, tapi maksudnya ga gitu, penasaran? langsung aja kuy

Pengertian Cloud Storage  

    Cloud storage adalah media penyimpanan file berbasis online atau digital yang mengandalkan koneksi internet untuk akses data, cloud storage juga merupakan sebuah trobosan dalam dunia penyimpanan dan juga banyak keuntungan penyimpanan cloud storage dibanding dengan penyimpanan offline seperti hardisk, flashdisk.
    Di zaman sekarang ini, virus sudah banyak merajalela bahkan pada tahun 2017 ada kasus berupa virus wannacry dimana data dari sang pemilik di kunci dan akan dibuka jika membayar menggunakan bitcoin, kasus ini banyak yang terjadi pada tahun itu, jika isi data sangat lah penting maka akan sangat berbahaya bila tersebar, sehingga seseorang merasa khawatir apabila data data penting ini bisa rusak atau hilang karna suatu virus, tetapi cloud storage ini karena seluruh data disimpan ke dalam server, keamanannya pun lebih terjamin dan tidak mungkin hilang. Data yang Anda simpan juga dapat diakses sewaktu-waktu. Ditambah lagi data juga dapat Anda akses melalui perangkat gadget apa saja asalkan terkoneksi dengan internet.

Cara Kerja Cloud Storage

    Sebuah cloud storage bisa bekerja jika ada satu data server yang sudah terhubung dengan jaringan internet. Dengan menggunakan internet, client atau yang menggunakan layanan cloud storage akan mengirimkan salinan dari file yang dimilikinya dan kemudian server akan otomatis mencatat file tersebut kedalam media penyimpanan. Saat client akan mengambil kembali file miliknya tersebut, si client bisa mengakses data yang dimaksud lewat interface yang sudah berbasis web. Setelah itu, file tersebut nantinya otomatis dikirimkan ke komputer client atau server akan memberikan izin kepada client untuk mengakses, merubah dan mengambil data yang ada pada server tersebut.
    Biasanya, sebuah sistem cloud storage akan mengandalkan lebih dari satu server. Hal tersebut dikarenakan komputer server membutuhkan perawatan ataupun perbaikan nantinya, sehingga data akan diakses melalui komputer server lainnya. Cloud storage akan menyimpan data yang sama atau disebut dengan redudancy agar jika salah satu data server mati atau dalam perbaikan, client tetap bisa mengakses data miliknya dari komputer server lainnya. Jika cloud server tak memiliki redudancy, maka klien akan kesulitan mengakses data atau file miliknya jika komputer server sedang down atau mati. Sehingga sistem cloud server akan mengcopy data dari client ke beberapa komputer server yang terhubung agar client bisa mengakses datanya walau salah satu dari komputer server sedang mengalami gangguan.

Jenis - Jenis Cloud Storage

  1. Personal Cloud Storage
        Personal cloud storage atau yang banyak dikenal dengan mobile cloud storage adalah penyimpanan cloud yang digunakan untuk menyimpan berbagai jenis data dari perorangan. Cloud storage jenis ini bisa diakses oleh para penggunananya dimana saja dan kapan saja sehingga memudahkan para penggunanya yang akan mengakses data penting mereka.

        Saat ini, layanan personal cloud storage sendiri melayani sinkronisasi data dan juga sharing data ke berbagai jenis device sehingga akan memudahkan para penggunanya saat akan berbagi atau mengirim file data.
  2. Public Cloud Storage
        Public cloud storage adalah layanan penyimpanan yang biasa digunakan oleh berbagai perusahaan untuk menyimpan datanya sehingga bisa diakses oleh banyak pengguna. Perusahaan nantinya akan menyewa jasa layanan penyedia cloud storage agar mengatur semua data di perusahaan tersebut dalam sebuah sistem cloud.

        Public cloud storage ini cocok digunakan bagi jenis data yang tak terstruktur sehingga data tersebut tetap bisa Anda akses dan juga bisa diakses oleh para staff di sebuah perusahaan.
  3. Private Cloud Storage
        jenis cloud storage ini merupakan penyimpanan khusus yang digunakan oleh sebuah perusahaan tanpa adanya data dari perusahaan lainnya. Biasanya, si penyedia cloud storage akan membangun infrastruktur sendiri di sebuah perusahaan agar data perusahaan tersebut tersimpan di sebuah sistem cloud sendiri.

        Tujuan dari penyimpanan cloud jenis ini adalah untuk meningkatkan keamanan dan juga kecepatan akses data sehingga sebuah perusahaan tidak akan khawatir akan kehilangan datanya karena mereka memiliki infrastruktur penyimpanan data sendiri.
  4. Hybrid Cloud Storage
        Cloud storage jenis ini merupakan penggabungan dari public cloud storage dengan private cloud storage. Hybrid cloud storage ini akan menyimpan data-data penting di sebuah perusahaan didalam private cloud sedangkan data dan arsip lainnya akan disimpan dan bisa diakses melalui public cloud storage sehingga semua bagian dari perusahaan tersebut bisa mengakses data yang mereka kehendaki.

        Itulah cara kerja cloud storage dan jenis cloud storage yang saat ini banyak dimanfaatkan untuk media penyimpanan data baik bagi perorangan maupun sebuah perusahaan.

Kelebihan dan Kekurangan dari Cloud Storage

  1. Kelebihan Cloud Storage
  • Menghemat biaya dan ruang infrastruktur pembelian sumber daya komputer.
  • Dapat mengakses file dimana saja dan kapan saja.
  • File Tidak Akan Hilang Atau Rusak
  • Keamanan privasi
  • Operasional dan manajemen lebih mudah dan sederhana.
  • Media Penyimpanan Tidak Mudah Rusak
  • Tidak memenuhi media penyimpanan fisik yang dimiliki
  1. Kekurangan Cloud Storage
  • Membutuhkan Akses Internet
  • Rentan Terhadap Peretasan
  • Terikat Dengan Ketentuan Penyedia Layanan
  • Sulit diakses ketika server sedang mengalami traffic yang tinggi atau down
  • Untuk file berukuran besar, dibutuhkan kecepatan internet yang tinggi
  • Terikat Dengan Ketentuan Penyedia Layanan

Yak kira kira segitu informasi yang gw punya tentang cloud storage atau penyimpanan awan, keren ya canggih sekarang mah buat nyimpen data aja bisa diawan, kalo gitu sekian, tunggu konten berikutnya..jangan lupa share ya thanks all, wish all the best for my readers ^^. Bye bye

Anu